Cara Membuat Aplikasi Android dengan Eclipse PDF

Posted on 17 views

Pengertian Aplikasi Android

Aplikasi Android adalah program yang dirancang khusus untuk dijalankan pada sistem operasi Android. Aplikasi ini dapat diunduh dan diinstal pada perangkat mobile yang menggunakan sistem operasi Android seperti smartphone dan tablet. Aplikasi Android juga dapat diunduh melalui Google Play Store atau situs-situs unduhan aplikasi Android lainnya.

Keuntungan Membuat Aplikasi Android

Terdapat beberapa keuntungan dalam membuat aplikasi Android, yaitu:

  • Memudahkan pengguna untuk mengakses informasi atau layanan yang ditawarkan melalui aplikasi tersebut
  • Meningkatkan branding dan visibilitas bisnis Anda
  • Memungkinkan bisnis untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggan melalui aplikasi
  • Memberikan kemudahan akses dan penggunaan aplikasi kepada pengguna smartphone dan tablet
  • Memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan produk atau jasa

Persyaratan untuk Membuat Aplikasi Android

Untuk membuat aplikasi Android, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa pemrograman Java dan XML
  • Mengunduh dan menginstal Integrated Development Environment (IDE) seperti Android Studio atau Eclipse
  • Mengunduh dan menginstal Software Development Kit (SDK) Android
  • Memiliki perangkat mobile yang menggunakan sistem operasi Android untuk uji coba aplikasi
  • Memiliki akun Google Play Developer untuk mengupload aplikasi ke Google Play Store

Read more:

Tutorial membuat aplikasi Android dengan Eclipse PDF

Persiapan Lingkungan Pengembangan Aplikasi Android dengan Eclipse

Untuk memulai pengembangan aplikasi Android menggunakan Eclipse, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan persiapan lingkungan pengembangan:

1. Menginstal Eclipse

Eclipse adalah Integrated Development Environment (IDE) yang digunakan untuk mengembangkan berbagai jenis aplikasi, termasuk aplikasi Android. Eclipse bisa diunduh dan diinstal secara gratis di situs web resminya.

2. Menginstal Android SDK

Android SDK merupakan kumpulan perangkat lunak yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi Android. Android SDK bisa diunduh dan diinstal secara gratis dari situs web resmi Android.

3. Menginstal ADT Plugin

ADT Plugin adalah plugin yang digunakan untuk mengintegrasikan Android SDK dengan Eclipse. ADT Plugin bisa diunduh dan diinstal secara gratis dari situs web resmi Android.

4. Menginstal Emulator Android

Emulator Android merupakan salah satu cara untuk menguji aplikasi yang telah dibuat. Emulator Android bisa diinstal melalui Android SDK Manager.

Demikianlah langkah-langkah persiapan lingkungan pengembangan aplikasi Android dengan Eclipse. Dengan melakukan persiapan ini, Anda siap untuk memulai pengembangan aplikasi Android menggunakan Eclipse.

Gambar Persiapan Lingkungan Pengembangan

Membuat Project Android

Android adalah platform mobile yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Oleh karena itu, banyak pengembang dan programmer yang tertarik untuk membuat aplikasi Android. Di artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah untuk membuat project Android.

Membuat Project Baru

Langkah pertama adalah membuat project baru di Android Studio. Untuk melakukan ini, buka Android Studio dan klik tombol “Start a new Android Studio project”. Kemudian, pilih jenis aplikasi yang ingin Anda buat. Anda akan diminta untuk memberikan beberapa informasi dasar tentang aplikasi yang ingin Anda buat, seperti nama aplikasi, nama paket, dll.

Menggunakan Template Project

Anda juga dapat menggunakan template project yang disediakan oleh Android Studio. Template project memudahkan Anda untuk memulai dengan cepat dan memberikan kerangka kerja dasar untuk aplikasi Anda. Anda dapat memilih template project yang sesuai dengan jenis aplikasi yang ingin Anda buat.

Struktur Project Android

Setelah membuat project, Anda akan melihat struktur dasar project Android. Struktur ini terdiri dari beberapa folder dan file, termasuk folder java, folder res, dan file AndroidManifest.xml. Folder java berisi kode sumber Java untuk aplikasi Anda, sedangkan folder res berisi sumber daya seperti gambar, ikon, dan file XML. File AndroidManifest.xml berisi informasi tentang aplikasi Anda, seperti nama, ikon, dan permission.

Menggunakan Resource di Project Android

Anda dapat menggunakan resource di project Android Anda untuk membuat antarmuka pengguna yang menarik. Resource dapat berupa gambar, ikon, layout, dan file XML. Untuk menggunakan resource, Anda harus menambahkannya ke folder res. Kemudian, Anda dapat merujuk ke resource tersebut di kode sumber Anda.

Demikianlah beberapa langkah untuk membuat project Android. Dengan memahami langkah-langkah ini, Anda dapat mulai membuat aplikasi Android Anda sendiri. Selamat mencoba!

Tutorial Membuat Aplikasi Android dengan Eclipse PDF

Pengenalan User Interface

User Interface (UI) adalah antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sebuah aplikasi atau sistem. Desain UI yang baik dapat membuat pengguna merasa nyaman dan mudah dalam menggunakan aplikasi, sedangkan desain UI yang buruk dapat membuat pengguna merasa kesulitan atau bahkan menolak untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Memilih Layout dan Widget

Layout dan widget adalah komponen dasar dalam mendesain UI. Layout adalah kerangka tampilan yang digunakan untuk menempatkan widget. Ada beberapa jenis layout yang dapat dipilih, seperti LinearLayout, RelativeLayout, dan GridLayout. Sedangkan widget adalah elemen-elemen yang dapat ditambahkan ke dalam layout, seperti tombol, teks, gambar, dan sebagainya. Memilih layout dan widget yang tepat sangat penting dalam mendesain UI agar tampilan menjadi rapi dan enak dipandang.

Mendesain Tampilan

Desain UI adalah hal yang sangat subjektif, namun terdapat beberapa prinsip dasar yang dapat diikuti untuk membuat tampilan yang baik. Pertama, gunakan warna yang konsisten dan mudah dibaca. Kedua, pilih font yang mudah dibaca dan hindari menggunakan banyak jenis font yang berbeda. Ketiga, pastikan tampilan bersih dan rapi dengan menjaga jarak antar elemen. Keempat, hindari menumpuk terlalu banyak informasi dalam satu halaman. Kelima, pilih gambar dan ikon yang sesuai dan hindari menggunakan gambar yang terlalu besar atau buram.

Menambahkan Event Handling

Event Handling adalah mekanisme untuk menangani aksi yang dilakukan oleh pengguna. Sebagai contoh, ketika pengguna menekan tombol, sistem harus dapat memproses tindakan tersebut. Dalam mendesain UI, event handling sangat penting untuk memberikan respon yang cepat dan tepat pada pengguna. Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menambahkan event handling adalah OnClickListener, OnLongClickListener, dan OnTouchListener.

Mendesain User Interface

Pengertian Aktivitas

Aktivitas dalam Android adalah sebuah tampilan layar yang biasanya digunakan untuk interaksi pengguna dengan aplikasi. Aktivitas biasanya memuat layout XML dan kode Java yang mengatur tampilan dan interaksi pada layar. Setiap aplikasi Android minimal memiliki satu aktivitas utama yang ditampilkan ketika aplikasi dibuka.

Membuat Aktivitas Baru

Untuk membuat aktivitas baru pada aplikasi Android, kita bisa melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Buka proyek Android Studio
  2. Klik kanan pada package yang ingin digunakan untuk menyimpan aktivitas baru
  3. Pilih New > Activity > Empty Activity
  4. Isi nama aktivitas sesuai kebutuhan
  5. Klik Finish

Membuat Intent dan Menghubungkan Aktivitas

Setelah membuat aktivitas baru, kita perlu membuat intent untuk menghubungkan aktivitas tersebut dengan aktivitas lain. Intent adalah sebuah objek yang digunakan untuk memulai aktivitas baru atau memindahkan pengguna dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Berikut adalah cara membuat intent:

  1. Buka MainActivity.java
  2. Tambahkan kode berikut pada method onCreate() untuk membuat intent:
  3. Intent intent = new Intent(MainActivity.this, SecondActivity.class);

    startActivity(intent);

  4. Ganti “SecondActivity” dengan nama aktivitas tujuan

Mengirim Data Antara Aktivitas

Kita juga bisa mengirim data dari satu aktivitas ke aktivitas lain menggunakan intent. Berikut adalah cara mengirim data antara aktivitas:

  1. Buka MainActivity.java
  2. Tambahkan kode berikut pada method onCreate() untuk mengirim data:
  3. Intent intent = new Intent(MainActivity.this, SecondActivity.class);

    intent.putExtra("KEY", "nilai");

    startActivity(intent);

  4. Ganti “SecondActivity” dengan nama aktivitas tujuan
  5. Ganti “KEY” dengan nama kunci yang ingin digunakan
  6. Ganti “nilai” dengan nilai yang ingin dikirimkan

Tutorial membuat aplikasi Android dengan Eclipse

Menggunakan SQLite Database di Android

SQLiteDatabase adalah salah satu jenis database yang paling sering digunakan dalam pengembangan aplikasi Android. Database ini ringan dan mudah digunakan, serta dapat diintegrasikan dengan mudah ke dalam aplikasi Android.

Membuat Database dan Table

Untuk memulai penggunaan SQLite di Android, pertama-tama kita perlu membuat database dan tabel. Kita dapat menggunakan kelas SQLiteOpenHelper untuk melakukan hal ini. Berikut adalah contoh kode untuk membuat database dan tabel di SQLite:

public class DatabaseHelper extends SQLiteOpenHelper {

private static final String DATABASE_NAME = "mydatabase.db";

private static final int DATABASE_VERSION = 1;

private static final String CREATE_TABLE = "CREATE TABLE mytable (id INTEGER PRIMARY KEY, name TEXT);";

public DatabaseHelper(Context context) {

super(context, DATABASE_NAME, null, DATABASE_VERSION);

}

@Override

public void onCreate(SQLiteDatabase db) {

db.execSQL(CREATE_TABLE);

}

@Override

public void onUpgrade(SQLiteDatabase db, int oldVersion, int newVersion) {

db.execSQL("DROP TABLE IF EXISTS mytable");

onCreate(db);

}

}

Kelas di atas memperkenalkan variabel DATABASE_NAME dan DATABASE_VERSION yang akan digunakan untuk membuat database dan tabel, serta CREATE_TABLE yang digunakan untuk membuat tabel. Kita juga dapat memperkenalkan kolom lain di dalam tabel sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Menggunakan CRUD (Create, Read, Update, Delete) di SQLite

Setelah membuat database dan tabel, selanjutnya kita dapat melakukan CRUD (Create, Read, Update, Delete) di SQLite. Berikut adalah contoh kode untuk melakukan CRUD di SQLite:

public class DatabaseHelper extends SQLiteOpenHelper {

private static final String DATABASE_NAME = "mydatabase.db";

private static final int DATABASE_VERSION = 1;

private static final String TABLE_NAME = "mytable";

private static final String COLUMN_ID = "id";

private static final String COLUMN_NAME = "name";

public DatabaseHelper(Context context) {

super(context, DATABASE_NAME, null, DATABASE_VERSION);

}

@Override

public void onCreate(SQLiteDatabase db) {

String CREATE_TABLE = "CREATE TABLE " + TABLE_NAME + "("

+ COLUMN_ID + " INTEGER PRIMARY KEY," + COLUMN_NAME + " TEXT)";

db.execSQL(CREATE_TABLE);

}

public void addData(String name) {

SQLiteDatabase db = this.getWritableDatabase();

ContentValues values = new ContentValues();

values.put(COLUMN_NAME, name);

db.insert(TABLE_NAME, null, values);

db.close();

}

public List getAllData() {

List dataList = new ArrayList();

SQLiteDatabase db = this.getReadableDatabase();

String[] columns = {COLUMN_ID, COLUMN_NAME};

Cursor cursor = db.query(TABLE_NAME, columns, null, null, null, null, null);

while (cursor.moveToNext()) {

int index1 = cursor.getColumnIndex(COLUMN_NAME);

String name = cursor.getString(index1);

dataList.add(name);

}

cursor.close();

db.close();

return dataList;

}

public void updateData(String name, int id) {

SQLiteDatabase db = this.getWritableDatabase();

ContentValues values = new ContentValues();

values.put(COLUMN_NAME, name);

db.update(TABLE_NAME, values, COLUMN_ID + " = ?", new String[]{String.valueOf(id)});

db.close();

}

public void deleteData(int id) {

SQLiteDatabase db = this.getWritableDatabase();

db.delete(TABLE_NAME, COLUMN_ID + " = ?", new String[]{String.valueOf(id)});

db.close();

}

}

Kelas di atas mengimplementasikan CRUD di SQLite. Fungsi addData digunakan untuk menambahkan data ke dalam database. Fungsi getAllData digunakan untuk mengambil semua data dari tabel. Fungsi updateData digunakan untuk memperbarui data di dalam tabel. Fungsi deleteData digunakan untuk menghapus data dari tabel.

Menghubungkan Database dengan Aplikasi Android

Setelah membuat database dan tabel, serta mengimplementasikan CRUD di SQLite, selanjutnya kita harus menghubungkan database dengan aplikasi Android. Berikut adalah contoh kode untuk menghubungkan database dengan aplikasi Android:

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

private DatabaseHelper dbHelper;

@Override

protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {

super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.activity_main);

dbHelper = new DatabaseHelper(this);

}

public void addData(View view) {

EditText editText = findViewById(R.id.editText);

String name = editText.getText().toString();

dbHelper.addData(name);

editText.setText("");

}

public void viewData(View view) {

List dataList = dbHelper.getAllData();

for (String data : dataList) {

Log.d("Data", data);

}

}

public void updateData(View view) {

EditText idEditText = findViewById(R.id.idEditText);

EditText nameEditText = findViewById(R.id.nameEditText);

int id = Integer.parseInt(idEditText.getText().toString());

String name = nameEditText.getText().toString();

dbHelper.updateData(name, id);

idEditText.setText("");

nameEditText.setText("");

}

public void deleteData(View view) {

EditText idEditText = findViewById(R.id.idEditText);

int id = Integer.parseInt(idEditText.getText().toString());

dbHelper.deleteData(id);

idEditText.setText("");

}

}

Kode di atas menghubungkan database dengan aplikasi Android. Fungsi addData digunakan untuk menambahkan data ke dalam database. Fungsi viewData digunakan untuk mengambil semua data dari tabel dan menampilkannya di logcat. Fungsi updateData digunakan untuk memperbarui data di dalam tabel. Fungsi deleteData digunakan untuk menghapus data dari tabel.

Dengan memahami penggunaan SQLite di Android, kita dapat membuat aplikasi yang lebih interaktif dan mudah digunakan. Mari mulai mengembangkan aplikasi Android dengan menggunakan SQLite untuk mengelola data.

tutorial membuat aplikasi android dengan SQLite Database

Penggunaan Web Service untuk Integrasi Aplikasi Android

Web Service adalah sebuah teknologi yang memungkinkan aplikasi untuk saling berinteraksi dan berbagi data melalui jaringan internet. Dengan menggunakan Web Service, aplikasi dapat terintegrasi dengan mudah dan dapat beroperasi di berbagai platform yang berbeda.

Membuat Web Service dengan PHP

Salah satu cara untuk membuat Web Service adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Buatlah sebuah file PHP yang berisi fungsi-fungsi yang ingin disediakan oleh Web Service.
  2. Buatlah sebuah file WSDL (Web Services Description Language) yang berisi deskripsi dari Web Service tersebut.
  3. Upload kedua file tersebut ke server.

Menggunakan HTTP Request di Android

Dalam aplikasi Android, HTTP Request digunakan untuk mengambil atau mengirim data ke Web Service. Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan HTTP Request di Android:

  1. Buatlah sebuah objek HttpClient.
  2. Buatlah sebuah objek HttpGet atau HttpPost, tergantung dari jenis request yang ingin dilakukan.
  3. Lakukan request dengan menggunakan objek HttpClient.
  4. Parse data yang diterima dari Web Service.

Mengintegrasikan Web Service dengan Aplikasi Android

Setelah Web Service dan HTTP Request sudah dibuat, langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan Web Service dengan aplikasi Android. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Tentukan URL dari Web Service yang ingin diakses.
  2. Buatlah objek HttpClient dan HttpGet atau HttpPost.
  3. Lakukan request ke URL Web Service dengan menggunakan objek HttpClient.
  4. Parse data yang diterima dari Web Service dan tampilkan di aplikasi Android.

Gambar ilustrasi tutorial membuat aplikasi android dengan eclipse pdf.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, aplikasi Android dapat terintegrasi dengan Web Service dengan mudah. Hal ini memungkinkan aplikasi untuk mengakses data dari berbagai sumber dan meningkatkan fungsionalitas serta fleksibilitas aplikasi.

Pengenalan Google Maps API di Android

Google Maps API adalah sebuah layanan yang disediakan oleh Google untuk memudahkan pengguna dalam menampilkan peta dan mendapatkan informasi lokasi. Dalam pengembangan aplikasi Android, Google Maps API dapat digunakan untuk menampilkan peta, menambahkan marker pada peta, dan banyak lagi.

Mendapatkan Google Maps API Key

Untuk menggunakan Google Maps API dalam aplikasi Android, pengembang harus mendapatkan Google Maps API Key terlebih dahulu. Caranya adalah dengan membuat sebuah proyek di Google Cloud Console, kemudian menambahkan Google Maps API dan mengatur akses API Key.

Menampilkan Maps di Aplikasi Android

Setelah mendapatkan API Key, tahap selanjutnya adalah menampilkan peta di dalam aplikasi Android. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan komponen MapView atau FragmentMap. Pengembang juga bisa menyesuaikan tampilan peta seperti menambahakan zoom control dan mengatur tampilan awal peta.

Menggunakan Marker dan Info Window di Google Maps

Marker digunakan untuk menandai lokasi pada peta. Pengembang dapat menambahkan marker pada peta dengan menentukan koordinatnya. Selain itu, marker juga dapat ditambahkan dengan custom icon untuk memperjelas keterangan lokasi. Info window dapat digunakan untuk menampilkan keterangan tambahan pada marker ketika di klik oleh pengguna.

Tutorial Membuat Aplikasi Android dengan Eclipse PDF

Pengenalan Sensor dan Kamera di Android

Android memiliki berbagai macam sensor dan kamera yang dapat digunakan pada aplikasi. Sensor dapat digunakan untuk mendeteksi gerakan, orientasi, cahaya, kecepatan, dan lain-lain. Sedangkan kamera dapat digunakan untuk mengambil gambar dan merekam video.

Menggunakan Sensor dan Kamera tutorial membuat aplikasi android dengan eclipse pdf

Menggunakan Sensor pada Aplikasi Android

Untuk menggunakan sensor pada aplikasi Android, kita harus terlebih dahulu memeriksa ketersediaan sensor pada perangkat yang digunakan oleh pengguna aplikasi. Kita dapat menggunakan SensorManager untuk memeriksa ketersediaan sensor dan memilih sensor yang akan digunakan.

Setelah memilih sensor yang akan digunakan, kita dapat menggunakan registerListener() untuk mendaftar sebagai pendengar sensor. Kemudian, ketika sensor mendeteksi perubahan, metode onSensorChanged() akan dipanggil dan kita dapat melakukan tindakan yang sesuai.

Menggunakan Kamera pada Aplikasi Android

Untuk menggunakan kamera pada aplikasi Android, kita harus mendapatkan akses ke kamera perangkat yang digunakan oleh pengguna aplikasi. Kita dapat menggunakan CameraManager untuk memeriksa ketersediaan kamera dan memilih kamera yang akan digunakan.

Setelah memilih kamera yang akan digunakan, kita dapat membuat instance dari kamera dan mempersiapkan kamera untuk pengambilan gambar. Kemudian, kita dapat menggunakan startPreview() untuk memulai preview kamera dan takePicture() untuk mengambil gambar.

Menggabungkan Sensor dan Kamera di Aplikasi Android

Dalam beberapa kasus, kita dapat menggabungkan sensor dan kamera untuk membuat aplikasi yang lebih kaya fitur. Sebagai contoh, kita dapat membuat aplikasi kamera yang menggunakan sensor untuk mendeteksi gerakan dan mengambil gambar pada waktu yang tepat.

Untuk menggabungkan sensor dan kamera, kita dapat menggunakan kedua teknik di atas secara bersama-sama dan melakukan tindakan yang sesuai ketika sensor mendeteksi perubahan dan kamera siap untuk mengambil gambar.

Testing dan Deploy Aplikasi Android: Pengujian, Signed APK, Upload ke Google Play, dan Troubleshooting

Berikut adalah informasi penting mengenai testing dan deploy aplikasi Android:

Pengujian Aplikasi Android

Pengujian aplikasi Android sangat penting sebelum aplikasi dapat dideploy. Beberapa jenis pengujian yang penting dilakukan antara lain:

  • Unit Testing: Pengujian pada level kode untuk memastikan fungsi-fungsi dasar aplikasi berjalan dengan baik
  • Integration Testing: Pengujian untuk memastikan interaksi antara beberapa bagian aplikasi berjalan dengan baik
  • User Acceptance Testing: Pengujian yang melibatkan pengguna untuk memastikan aplikasi mudah digunakan dan memenuhi kebutuhan pengguna

Jika terdapat bug atau kesalahan lain dalam pengujian, pastikan untuk memperbaikinya sebelum melakukan deploy.

Signed APK dan Upload ke Google Play

Setelah aplikasi diuji dan diperbaiki, langkah selanjutnya adalah membuat signed APK dan menguploadnya ke Google Play. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Buka project aplikasi Android di Android Studio
  2. Pilih menu Build > Generate Signed Bundle/APK
  3. Pilih APK dan klik Next
  4. Pilih keystore yang sudah dibuat atau buat baru
  5. Isi informasi yang diperlukan dan simpan signed APK di lokasi yang diinginkan
  6. Buka Google Play Console dan ikuti langkah-langkah untuk melakukan upload aplikasi

Setelah aplikasi diupload, Google Play akan melakukan verifikasi dan memeriksa aplikasi sebelum dapat diterbitkan di toko aplikasi.

Troubleshooting Aplikasi

Jika terdapat masalah dalam pengujian atau setelah aplikasi di-deploy, berikut adalah beberapa tips untuk melakukan troubleshooting:

  • Gunakan Android Studio dan periksa logcat untuk melihat kesalahan yang muncul
  • Periksa versi SDK dan pastikan aplikasi sesuai dengan versi minimum SDK yang ditentukan
  • Periksa pengaturan izin aplikasi
  • Periksa koneksi internet jika aplikasi membutuhkannya
  • Periksa kompatibilitas aplikasi dengan perangkat yang digunakan

Tips dan Trik Membuat Aplikasi Android yang Baik

Berikut adalah beberapa tips dan trik untuk membuat aplikasi Android yang baik:

  • Rancang aplikasi dengan user experience yang baik
  • Perhatikan desain UI dan UX agar mudah digunakan oleh pengguna
  • Pastikan aplikasi stabil dan tidak sering mengalami crash
  • Gunakan fitur-fitur Android terbaru untuk meningkatkan pengalaman pengguna
  • Optimalkan aplikasi agar tidak terlalu banyak menggunakan baterai dan memori
  • Periksa kompatibilitas aplikasi dengan berbagai perangkat Android

Tutorial Membuat Aplikasi Android dengan Eclipse PDF

Dengan melakukan pengujian yang baik, membuat signed APK dan mengupload ke Google Play, serta melakukan troubleshooting jika ada masalah, dan menerapkan tips dan trik untuk membuat aplikasi Android yang baik, aplikasi Anda siap untuk dideploy dan digunakan oleh pengguna.