Tutorial Membuat Database Menggunakan MYSQL PHPMYADMIN Tanpa Coding

Diposting pada 9,734 views
Padat artikel kali ini saya akan membahas tutorial tentang cara membuat database pada MySQL melalui phpmyadmin. Dengan menggunakan phpmyadmin memungkinkan membuat database tanpa  coding (SQL / query language) anda dapat membuat database hanya menggunakan klik-klik atau biasanya disebut dengan Wizard Mode.
Pada umumnya seorang software developer kususnya progrmaer yang mengembangkan berbasis website (menggunakan bahasa pemrograman PHP) dalam mengembangkan suatu / sistem secara offline dapat menggukan XAMPP sebagai local server.

Pengertian XAMPP, MySQL dan PHPMYADMIN

XAMPP adalah paket open source dan cross platform (dapat berjalan di berbagai macam OS) yang dapat digunakan untuk membangun website sebagai local server terdiri dari program Apache HTTP Server, MySQL sebagai database, dan compiler bahasa pemrograman PHP dan Perl.
Namun ketika mengunjungi Offical Page Apache Friends, dijelaskan bahwa XAMPP terdiri dari beberapa aplikasi Apache, MariaDB, PHP dan Pearl. Untuk databasenya MariaDB namun setelah di install pada modul xampp-control nya masih dituliskan MySQL.Yang membedakan antara MySQL dengan MariaDB, sebenarnya saya juga kurang begitu paham. Namun untuk saat ini yang saya ketahui, setalah MySQL diadobsi oleh ORACLE  dan menjadi product yang ber-licence, kemudian founder MySQL meluncurkan kembali DBMS yang bersifat open source yaitu MariaDB.

Phpmyadmin adalah salah satu tool yang terdapat pada XAMPP untuk mempermudah dalam mengakses database MySQL yaitu dengan melalui web browser. Dengan mengakses phpmyadmin developer atau programmer dapat melakukan segala sesuatu kegiatan untuk yang berhubungan dengan database misalkan membuat, menghapus, menginputkan data, dan lain sebagainya tanpa melakukan coding.

Penggunaan phpmyadmin hanya mempermudah dalam memonitoring data pada database namun untuk penerapan mengakses database melalui program misalkan PHP anda wajib harus menggunakan Qeury / SQL.

Langkah-langkah Membuat Database Melalui PHPMYADMIN

Pada Artikel kali ini saya akan mempraktikan cara membuat database tanpa melakukan coding dengan khasus Digital Distribution System. Berikut ini rancangan database unutuk Digital Distribution System yang pernah saya buatpada artikel sebelumnya:

1. ERD Game Digital Distribution System

Gambar ERD Game Digital Distribution System

2. Database Schema Physical Design Game Digital Distribution System

Gambar Database Schema Physical Design Game Digital Distribution System

Persiapakan alat dan bahan yang akan gunakan :

  • Software utama yang akan digunakan adalah XAMPP. Anda dapat mendownloadnya melalui official page-nya di Apache Firends lalu silahkan install di PC atau laptop anda. Jika anda menginstall XAMPP di linux, silahkan kunjungi link berikut Tutorial Menginstall XAMPP di Linux Ubuntu.
  • Setalah XAMPP terinstall di PC atau laptop anda silahkan buka XAMPP, kemuidan jalankan Apache dan MYSQL pada XAMPP anda.
Karena design rancangan database sudah tersedia dan software yang akan digunakan juga sudah siap, mari kita mulai mengimplementasikan rancangan database Digital Distribution System di atas melalui PHPMYADMIN, berikut ini step by step membuat database melalui phpmyadmin tanpa coding :
Gambar step-by-step membuat database di phpmyadmin
  1. Silahkan buka web browser kemudain buka url berikut ini : http://localhost/phpmyadmin.
  2. Selanjutnya untuk membuat database baru silahkan klik New, yang berada pada bagian paling atas pada list database.
  3. Kemudian silahkan isi nama database yang akan anda buat.
    Berdasarkan dari kasus yang akan saya terapkan saya maka database akan saya beri nama :
    digital_distribution_db
  4. Silahkan klik button create untuk mengkesekui perintah pembuatan database.

    Gambar hasil membuat database

    Berdasarkan document terdapat 5 buat table pada database digital_distribution_db yang akan saya buat, berikut ini berikut ini urutan pembuatan table database yang akan saya buat :

    • user
    • application
    • version
    • category
    • application_category
    Gambar membuat table user pada database digital_distribution_db
  5. Klik nama database yang telah anda buat digital_distribution_db, yang terdapat pada list database di sidebar.
  6. Silahkan isi nama table baru yang akan anda buat, misalkan user.
  7. Selanjutnya silahkan isi jumlah kolom pada tabel yang kan anda gunakan.
  8. Klik button Go untuk melanjutkan mengisi masing-masing kolom pada table user.

    Gambar mengisi masing-masing nama kolom, tipedata, dan length/value dari tabel user.
  9. Silahkaan isikan masing-masing nama kolom, tipedata, dan length/value pada tabel user, sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.
  10. Klik button Save mengeksekusi pembuatan tebel user.

    Gambar langkah-langkah menambahkan constraint PRIMARY KEY pada id_user
     
  11. Selanjutnya menambahkaan constraint PRIMARY KEY pada kolom id_user tabel user, klik pada digital_distribution_db
  12. Silahkan klik pada teble user.
  13. Silahkan klik pada check box kolom id_user.
  14. Klik Primary pada menu, untuk memerikan constraint PRIMARY KEY pada kolom id_user.

    Gambar hasil menambahkan constraint PRIMARY KEY pada id_user

    Gambar membuat table application pada database digital_distribution_db
  15. Selanjutnya untuk membuat table baru, klik pada digital_distribution_db.
  16. Kemudian New, untuk membuat tabel baru.
  17. Mengisi nama table dengan nama application.
  18. Jika jumlah kolom yang disediakan kurang anda dapat menambahkannya dengan cara ubah angka jumlah kolom yang akan ditamabahkan.
  19. Kemudian klik Go untuk mengeksekusi perintah penambahan kolom yang akan dibuat.
  20. Silahkan mengisi tiap-tiap nama kolom, tipedata, lenght/values pada table version sesuai dengan rancangan.
  21. Menentukan constraint pada kolom id_appliation sebagai PRIMAY KEY.
  22. Silahkan klik button Save untuk mengeksekusi pembuatan table application.

    Gambar membuat table application

    Gambar membuat table version
  23. Memebuat table baru dengan nama version.
  24. Mengisikan nama kolom, tipedata, lenght/values pada table version sesuai dengan rancangan.
  25. Menentukan constraint pada kolom id_version sebagai PRIMAY KEY.
  26. Silahkan klik button Save untuk mengeksekusi pembuatan table version.

    Gambar hasil membuat table version

    Gambar membuat table category
  27. Memebuat table baru dengan nama category
  28. Mengisikan nama kolom, tipedata, lenght/values pada table category sesuai dengan rancangan.
  29. Menentukan constraint pada kolom id_category sebagai PRIMAY KEY
  30. Silahkan klik button Save untuk mengeksekusi pembuatan table category.

    Gambar hasil membuat table category

    NOTE :

    setiap membuat tabel default jumlah kolomnya adalah 4, jika dalam membuat suatu table anda hanya menggunakan 2 kolom saja maka anda dapat mengabaikan kolom yang tidak anda gunakan. Secara otomatis setalah anda save 2 kolom yang masih kosong tidak akan digenerate karena tidak memiliki value.

    Gambar membuat table application_category
  31. Memebuat table baru dengan nama application_category.
  32. Mengisi nama kolom, tipedata, lenght/values pada table application_category sesuai dengan rancangan.
  33. Menentukan constraint pada kolom id_application_category sebagai PRIMAY KEY.
  34. Silahkan klik button Save untuk mengeksekusi pembuatan table application_category.

    Gambar hasil membuat table application_category

    Gambar membuat relasi antara table user dengan table  application
  35. Membuat relasi antara table user dengan table application, silahkan klik pada digital_distribution_db
  36. Kemudian klik pada table application.
  37. Klik pada tab Structure.
  38. Kemudain klik button relation view.
  39. Pilih kolom pada table application yang akan anda gunakan sebagai FORIGEN KEY yaitu id_user.
  40. Pilih tabel yang akan anda relasikan dengan tabel application yaitu tabel user.
  41. Pilih kolom pada tabel user yang akan direlasikan yaitu id_user.
    Jika suatu kolom sudah memiliki constraint PRIMARY KEY biasanya akan secara otomatis ketika di table tujuan relasi telah di set maka kolom secara default kolomnya akan otomatis muncul.
  42. Klik button Save untuk mengeksekusi perintah pembuatan relasi antara table application dengan table user.


    Gambar membuat relasi antara table application dengan table version.
  43. Membuat relasi antara table application dengan table version. Silahkan klik pada digital_distribution_db.
  44. Kemudian klik pada table version.
  45. Klik pada tab Structure.
  46. Kemudain klik button relation view.
  47. Pilih kolom pada table version yang akan anda gunakan sebagai FORIGEN KEY yaitu id_application.
  48. Pilih tabel yang akan anda relasikan dengan tabel version yaitu table application.
  49. Pilih kolom pada tabel application yang akan direlasikan yaitu id_application.
  50. Klik button Save untuk mengeksekusi perintah pembuatan relation antara table version dengan table application.


    Gambar membuat relasi antara tabel application dan tabel category pada tabel application_category
  51. Membuat relasi antara tabel application dan tabel category, pada tabel application_category, klik pada digital_distribution_db
  52. Kemudian klik pada tabel application_category
  53. Klik pada tab Structure.
  54. Kemudain klik button relation view.
  55. Klik + Add constraint untuk menambahkan kolom constraint.
  56. Membuat Relasi antara tabel application dengan application_category.
    Pilih kolom pada table application_category yang akan anda gunakan sebagai FORIGEN KEY yaitu id_application.
  57. Pilih tabel yang akan anda relasikan dengan tabel application_category yaitu table application.
  58. Pilih kolom pada tabel application yang akan direlasikan yaitu id_application.
  59. Membuat relasi antara tabel category dengan application_category.
    Pilih kolom pada table application_category yang akan anda gunakan sebagai FORIGEN KEY yaitu id_category
  60. Pilih tabel yang akan anda relasikan dengan tabel application_category yaitu table category.
  61. Pilih kolom pada tabel category yang akan direlasikan yaitu id_category.
  62. Klik button Save untuk mengeksekusi perintah pembuatan relation antara table application_category dengan table category.
Gambar database schema pada PHPMYADMIN
(Hasil Pembuatan Database, Tabel dan Relasi untuk Digital Distribution System)
Sekian tutorial membuat database pada MYSQL melalui PHPMYADMIN tanpa perlu melakukan coding dengan bahasa query atau SQL. kekurangan saya ucapkan mohon maaf dan trima kasih.
~Semoga Bermafaat~

<!–

————————
MYSQL adalah salah satu paket yang terdapat pada XAMPP. Biasanya pengembang Web khusunya Back End dalam melakukan pengembangan website menggunakan MYSQL sebagai database karena sangat ringan dan gratis. Setiap website pada umumnya menggunakan database mysql.
Terdapat beberapa cara untuk membuat database menggunakan MYSQL.
Sebelum anda membuat database anda seharusnya sudah menyapkan rancangaan database terlebih dahulu.
PHPmyadmin
Pada Tutorial pembuatan database menggunakan MYSQL kali ini saya akan menggunakan khasus :
Gudang Barang / Inventory
Gambar rancangan Database
Untuk membuat database terdapat 3 buah cara yaitu :
1. Wizard Mode
Menggunakan wizard mode, dengan cara ini anda tidak perlu menggunakan bahasa pemrograman sedikitpun.
2. Console MYSQL
menggunakan console pada MYSQL
3. menggunakan Terminal
/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
Perbedaan Database MariaDB dan MySQL | Mungkin rekan – rekan telah pernah mendengar 2 nama database  ini. Kedua database raksasa ini memang sudah mendominasi di dunia untuk penggunaannya dalam database. 2 database ini memang banyak digunakan orang, akan tetapi pasti di antara rekan rekan ada yang belum tau apa sih yang membedakan mereka berdua ? sehingga bisa ada 2 seperti itu, padahalkan fungsinya sama untuk database ?. Mungkin ini yang ada di dalam pikiran rekan rekan semua. Sebenarnya untuk database itu sendiri, tidak hanya 2 ini saja yang ada, ada banyak lainnya akan tetapi, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang 2 database raksasa ini.
MySQL
MySQL ini adalah software manajemen basis data yang dapat multithread dan multi user. MySQL ini turunan dari konsep database dalam pemilihan, seleksi dan proses input data yang dioperasikan secara otomatis dan mudah. Penemu dari MySQL ini adalah Michael “Monty” Widenius di tahun 1979.
MariaDB
MariaDB adalah software sistem manajemen basis data yang nyaris sama dengan MySQL. Kenapa ? itu karena pengembang dari MariaDB ini adalah founder dari MySQL yaitu Michael “Monty”. Alasan dia untuk membuat MariaDB adalah MySQL itu sendiri telah di ambil alih oleh ORACLE sehingga menyebabkan MySQL menjadi produk yang berlisensi dan nantinya akan menjadi product komersil. Untuk penamaan MariaDB ini sendiri juga diambil dari nama anak dari Monty yaitu maria. Tidak ketinggalan pun, perusahaan raksasa seperti Google juga sudah berpindah ke MariaDB untuk penggunaan databasenya. Entah apa yang membuat google pindah, tetapi banyak muncul spekulasi dari ini. Ada yang berpendapat karna masalah ORACLE dengan Google dahulu, ataupun karna MariaDB adalah produk opensource (nonlicence).
Berikut tools yang terdapat pada mariaDB :
    Dbedit
    HeidiSQL
    Navicat
    phpMyAdmin
    SQLyog
    Database Workbench
Namun apa yang membedakan mereka ??
Sebenarnya tidak ada fitur signifikan yang membedakan mereka berdua. Pada dasarnya MariaDB sama dengan MySQL karena di kembangkan dari MySQL itu sendiri. Interfacenya pun mirip, dengan mesin dan API nya kompatible dengan MySQL, di artikan bisa kompatible dengan semua connector, library, dan aplikasi yang dapat bekerja di MySQL otomatis dapat juga bekerja di MariaDB. Walaupun MariaDB kompatible dengan mysql, tapi ada beberapa fitur yang sedikit membedakan nya:
    MariaDB memasukkan semua engine open source populer, dan mengganti InnoDB menjadi XtraDB
    MaridaDB di klaim lebih cepat dari MySQL
    Terdapat ektensi open source baru yang tidak ada di MySQL.
Perkembangan teknologi memang sangat cepat. Yang dahulu pengguna untuk database terbanyak adalah mysql, akan tetapi sekarang jumlah pengguna dari mariadb juga sudah mulai banyak, tidak tutup kemungkinan untuk penggunaan mariadb dapat mengalahkan mysql nantinya.
Dan untuk intinya, yang membedakan mariadb dilihat dari hal yang mendasar dan dari pengguna yang telah beralih dari mysql ke mariadb ini adalah :
    Jika mysql nantinya berbayar, maka mariadb tetap free
    Banyak fitur yang berguna
    Dan di klaim kecepatan engine mariadb lebih cepat dari mysql
    MariaDB full free (opensource), MySQL freemium (penggunaan yang free dibatasi dan ada fiture yang berbayar)
Mungkin itulah hal yang membedakan 2 database ini. Untuk penggunaannya mungkin memiliki kelebihan masing – masing. Tergantung kebutuhan. Silahkan rekan rekan menilai mana yang lebih baik dari 2 ini. Semoga bermanfaat.
—————————————————————————————————-

–>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *